Selasa, 24 Januari 2017

CompTIA Cloud+ Bagian 1 - Network Storage Types and Configuration

Dalam dunia per-cloud-an (maksa), tentu dibutuhkan penyimpanan atau storage yang besar dan cepat.  Karena secara sederhana, Cloud Computing bermakna menyimpan dan mengakses aplikasi dan data yang kita miliki melalui internet. Sehingga aplikasi dan data yang kita simpan di Cloud (atau internet) dapat kita akses dimana saja dan kapan saja, selama ada internet dan perangkat pendukung tentunya.

Dari pengertian tersebut, kita kembali ke kalimat awal, bahwa dibutuhkan storage yang besar dan akses yang cepat ke storage tersebut. Agar apa yang kita miliki di Cloud dapat diakses dengan cepat. Nah, inilah tahapan pertama kita dalam pembahasan CompTIA Cloud+. Yaitu pengenalan tipe penyimpanan yang terhubung ke jaringan dan konfigurasinya. Atau bahasa kerennya, network storage types and configuration.

Tipe Storage Jaringan dan Langsung
Ada 2 tipe storage jaringan, mereka adalah:

  1. Network Attached Storage (NAS)
    • Adalah sebuah server yang terhubung ke jaringan, contohnya (atau, yaitu) file server.
    • NAS ini lebih murah (dalam implementasinya) dibanding SAN (lihat tipe selanjutya).
    • NAS dapat diimplementasikan dengan infrastruktur saat ini, yang artinya dapat dengan mudah kita implementasikan dengan infrastruktur komputer dan jaringan yang banyak terpakai di dunia, tanpa perlu merombak keseluruhan jaringan.
    • Memberikan bagi-bagi storage melalui jaringan. Artinya, storage itu dapat digunakan bersama-sama dengan perantara jaringan.
    • Namun, NAS ini tipe dengan performa yang paling rendah.
  2. Storage Area Network (SAN)
    • SAN dapat membagi akses ke storage melalui LAN.
    • Namun SAN ini membutuhkan biaya yang mahal, spesifikasi hardware tertentu serta membutuhkan keahlian, contohnya:
      • HBA - Host Bus Adapter, yaitu port untuk terhubung ke hard drive.
      • Membutuhkan switch khusus SAN.
      • Juga membutukan hardware dan software spesifik.
    • Konfigurasi SAN membutuhkan waktu untuk melakukan pengaturan-pengaturannya.
    • NAS menganut faham block level storage, yaitu storage yang membuat volume raw yang setiap bloknya dapat dikendalikan seperti sebuah hard drive. Blok-blok tersebut dikendalikan oleh server dan setiap bloknya dapat diformat dengan berbeda sesuai kebutuhan.
    • Di atas itu semua, SAN memiliki performa yang paling tinggi dibanding yang lain.
Direct Attached Storage
  • Berbeda dengan kedua storage jaringan di atas, DAS ini langsung terhubung ke perangkat lokal.
  • DAS digunakan pada laptop, desktop dan beberapa server.
  • Protokol yang digunakan DAS ada 3, yaitu:
    • Integrated Development Environment (IDE)
    • Serial Advanced Technology Attachment (SATA)
    • Small Computer System Interface (SCSI)


Akses dan Protokol
Ada beberapa akses dan protokol yang digunakan dalam Cloud, diantaranya:
  • Ethernet
  • Fibre Channel (FC)
  • Internet Protocol (IP)
  • Internet Small Computer System Interface (iSCSI)
  • Fiber Channel Protocol
  • Fiber Channel Over Ethernet (FCOE)
Ethernet
  • Paling banyak digunakan pada jaringan.
  • Mudah dan murah dalam implementasinya.
  • Tidak lebih cepat dibanding FC (fiber).
  • Terbatas dalam jarak penggunaan.
  • Memiliki potensi untuk menggunakan 10Gbps ethernet.
  • Membutuhkan skema pengkabelan spesifik (T568A dan T568B, atau straight dan cross).
Fibre Channel (FC)
  • Umumnya digunakan dalam jaringan 10Gbps dan jaringan WAN.
  • Menghubungkan server ke storage.
  • Topologi yang digunakan:
    • Point-to-point
    • Arbitrated Loop
    • Switched Fabric
  • Dapat digunakan dengan jarak yang jauh.
Internet Protocol (IP)
  • Beroperasi pada layer internet pada model TCP/IP.
  • Menyediakan routing trafik.
  • Memiliki protokol unacknowledged dan connectionless seperti UDP. Unacknowledged artinya dapat terhubung tanpa mengetahui "siapa" tujuannya atau tanpa adanya respon bahwa data telah diterima. Sedangkan connectionless artinya data dikirimkan tanpa membuat sambungan (dengan handshake). Logika sederhananya seperti orang yang melempar paket ke arah belakang. Dia hanya tahu bahwa arahnya melempar yaitu ke belakang, tapi tidak tahu apakah paketnya sudah diterima atau belum. Sehingga dia dapat mengirimkan paket-paket tersebut lebih cepat dibanding orang yang harus melakukan pengecekan setiap kali paket dikirim.
  • Menggunakan notasi angka desimal bertitik atau heksadesimal.
    • Contohnya: IPv4: 192.168.1.1
    • IPv6: FE80:0000:0000:0012:ABCD:EF98:1175:DE43
Internet Small Computer System Interface (iSCSI)
  • Mengirimkan paket melalui perintah SCSI melalui jaringan IP.
Fibre Channel Protocol
  • Menggunakan dasar Fibre Channel.
  • Mengirimkan command SCSI.
  • Memanfaatkan hardware untuk mengirim paket.
Fibre Channel Over Ethernet (FCOE)
  • Menggunakan ethernet dan bukan fibre channel.
  • Digunakan untuk mengirimkan command SCSI.
  • Lebih murah dibanding fibre.
  • Menggunakan 10Gbps ethernet.

Storage Preparation and Accessing
Akses ke storage dan persiapan untuk melakukan akses tersebut.
  • Network shares
  • Multipathing
  • Logical Unit (LUNs)
  • Zoning dan LUN Masking
Network Shares
  • Storage tersedia di seluruh LAN.
  • Tampil di PC lokal sebagai drive.
  • Menggunakan protokol SMB untuk windows.
  • Menggunakan protokol NFS untuk linux.
Multipathing
  • Toleransi terhadap kesalahan.
  • Membangun beberapa jalan.
  • Menggunakan beberapa NIC atau beberapa HBA.
  • Multiple berarti mendapatkan resource/sumber.
  • Beberapa NIC untuk koneksi atau HBA dari PC
Logical Unit (LUNs)
  • Beroperasi sebagai identifikasi unik.
  • Merupakan hard disk virtual dari sebuah blok penyimpanan yang dialokasikan dalam NAS atau SAN.
  • Perangkat yang meminta informasi disebut initiators.
  • Perangkat yang melakukan permintaan disebut target.
Zoning dan LUN Masking
  • Zoning membuat kita dapat mengisolasi  sebuah server kepada sekelompok perangkat storage atau sebuah perangkat storage.
  • Zoning diimplementasikan pada level hardware.
  • LUN masking mengizinkan sebuah LUN tersedia untuk beberapa host dan tidak tersedia untuk beberapa host yang lain.
  • LUN masking memberikan keamanan yang lebih detail daripada zoning.

Demikianlah sedikit rangkuman saya mengenai tipe storage jaringan dan konfigurasinya untuk cloud yang saya pelajari dari materi CompTIA Cloud+. Jika kalian ingin belajar CompTIA Cloud+ juga, kalian bisa register di Cybrary.it dan menuju ke link berikut ini:

https://www.cybrary.it/course/comptia-cloud-plus/

Perlu diperhatikan dari setiap post saya bahwa mungkin ada suatu informasi yang salah berkaitan dengan materi yang saya bahas. Hal itu karena saya sedang belajar dan orang yang belajar tentu saja dapat melakukan kesalahan. Oleh karena itu, jika kalian menemukan suatu hal yang salah dari pembahasan saya di atas, tolong koreksi saya dengan memberikan komentar di bawah yaa.

Terima kasih dan tunggu pembahasan CompTIA Cloud+ berikutnya yaa :)

Artikel Terkait

Oldest Page