Kamis, 26 Januari 2017

CompTIA Cloud+ Bagian 3 - Struktur Network dan Konfigurasinya untuk Cloud, Topologi dan Port Umum

Dalam perancangan Cloud, kita harus sedikit faham tentang jaringan dan konfigurasinya. Memang tidak harus semengerti orang jaringan yang faham seluk beluk mulai dari perancangan, pembangunan hingga konfigurasi setiap alat-alat jaringan. Tapi, ada beberapa hal dasar dari network yang sebaiknya kita (yang sedang belajar cloud) pelajari. Terbukti dari sertifikasi CompTIA Cloud+ terdapat beberapa bahasan network yang diujikan. Juga, dari course CompTIA Cloud+ yang saya ikuti di Cybrary, terdapat materi jaringan yang tentunya berkaitan dengan cloud. Langsung saja ke rangkuman materinya yaa.

Topologi Network
Bahan bacaan:
https://en.wikipedia.org/wiki/Network_topology
http://www.studytonight.com/computer-networks/network-topology-types

  • Ada beberapa macam topologi jaringan, diantaranya Bus, Ring, Mesh, Star dan Tree.
  • Beberapa LAN yang tergabung, berubah menjadi sebuah WAN.
  • Topologi Bus
Topologi bus, merupakan topologi yang terdiri dari satu kabel inti (yaitu coaxial) yang masing-masing PC terhubung ke kabel inti tersebut dengan konektor BNC. Di awal dan akhir kabel inti terdapat terminator untuk menghentikan sinyal. Bayangkan sebuah pipa besar yang lurus, yang dimana pada pipa tersebut terdapat sambungan ke beberapa pipa yang lebih kecil yang mengarah ke bawah ke masing-masing keran.
Topologi bus mengalirkan data dalam satu arah. Lebih irit dalam hal biaya. Digunakan pada jaringan kecil. Mudah dimengerti dan mudah dikembangkan dengan menggabungkan dua kabel secara bersama. Namun, kabel memiliki batas jarak yang bisa digunakan. Lebih lambat dibanding topologi ring, dan jika kabel rusak maka seluruh jaringan akan jatuh.
  • Topologi Ring
Pada topologi ring, aliran kabel terhubung dari PC 1 ke PC 2, PC 2 ke PC 3, PC 3 ke PC 4 begitu seterunya hingga yang terakhir (PC N) terhubung ke yang pertama (PC 1). Sehinga berbentuk seperti cincin.
Topologi ring juga mengirim data dalam satu arah. Namun bisa dijadikan dua arah dengan menambah ring lagi, yang kemudian disebut sebagai dual ring topology. Tetapi, troubleshooting sulit dilakukan pada topologi ring. Untuk menambah atau mengurangi PC akan mengganggu aktifitas jaringa. Ditambah, jika salah satu PC down maka seluruh jaringan akan down.
  • Topologi Mesh
Pada topologi mesh, jaringan menggunakan koneksi point-to-point ke node atau device lainnya. Setiap device terhubung ke device yang lain. Sehingga akan terlihat sedikit berantakan jika terdapat banyak PC. Topologi mesh terbagi menjadi dua, yaitu partial mesh topology  dan full mesh topology. Full mesh topology menghubungkan setiap device ke semua device yang lain. Sedangkan pada partial mesh terdapat beberapa device yang hanya terhubung ke 2 atau 3 device.
Keuntungan topologi mesh adalah, setiap koneksi dapat menanggung load datanya masing-masing. Merupakan jenis topologi yang robust (kuat), mudah dalam diagnosa problem dan menyediakan fitur keamanan dan privasi yang lebih. Namun sulit dalam instalasi dan konfigurasinya. Biaya juga lebih mahal dan membutuhkan banyak kabel.
  • Topologi Star
Topologi star merupakan jenis topologi yang paling banyak digunakan (menurut saya). Kenapa? Karena orang-orang sih bilangnya gitu (ehh). Kelebihannya, mudah dalam troubleshooting, mudah dalam instalasi dan konfigurasi, hub/switch dapat ditingkatkan (upgrade) dengan mudah dan jika ada device yang rusak maka yang lain tidak akan terpengaruh. Namun dalam instalasinya biaya yang diperlukan cukup mahal karena harus membeli hub/switch. Performa juga ditentukan oleh hub/switch yang digunakan. Ditambah, jika hub/switch yang rusak maka seluruh jaringan akan rusak.
Pada topologi star, setiap device terhubung ke sebuah perangkat penghubung yang menyalurkan koneksi, yaitu hub/switch. Sehingga alurnya seakan-akan mengarah ke tengah jaringan, seperti bintang (star). Walaupun pada kenyataannya hub/switch bisa kita tempatkan dimana saja.
  • Topologi Tree
Topologi tree ini seperti akar, dimana ada sebuah device yang terhubung ke beberapa device yang lainnya. Kemudian beberapa device tersebut juga terhubung ke beberapa device lainnya seperti turunan atau hubungan hirarkis. Kelebihan topologi tree adalah, mudah dalam pengaturan dan perawatan, mudah dalam deteksi kesalahan dan ekspansi nodes dapat dilakukan dan mudah. Kekurangannya, membutuhkan biaya yang cukup mahal, cabling yang agak ribet, semakin banyak node maka semakin sulit perawatan dan jika node tengah down maka node di bawahnya rusak semua.


Tipe Network

Intranet

  • Network yang bersifat private alias pribadi.
  • Bisa juga disebut isolated network atau network yang terisolasi.
  • Dibuat oleh perusahaan (atau kelompok yang lainnya) untuk menjadi host bagi resource internal, seperti file sharing, databse software perusahaan dan yang lainnya.
  • Dilindungi oleh proxy dan firewall.


Internet

  • Network global dari perangkat jaringan yang saling terhubung.
  • Tidak dikendalikan oleh organisasi manapun.
  • Network bergantung pada protokol untuk mengirim informasi.


Extranet

  • Ekstensi dari intranet.
  • Mengizinkan organisasi yang membuat extranet untuk berbagi resource di luar intranet.
  • Dibuat oleh organisasi yang membuatnya (ya iya lahh).

Optimasi Network

  • Load Balancing
    • Distribusi permintaan di seluruh perangkat.
    • Digunakan untuk meringankan beban load.
  • Bandwidth
    • Adalah kecepatan dari network.
    • Jika kecepatannya 10 MB/detik maka bandwidth adalah 10MB.
  • Latency
    • Adalah waktu delay ketika data sedang dikirim (contohnya 1ms = milisecond).
  • Compression
    • Menyusutkan sebuah file.
    • Zip dan Rar adalah format kompresi paling umum.
  • Caching
    • Mengizinkan untuk menyimpan di storage untuk data yang sering diakses.
    • Server biasanya mempunyai cash (idk what it means by cash, mungkin semacam cache dan sejenisnya) yang mengizinkan sebuah penyimpanan sementara dari file intenet untuk pemanggilan ulang yang cepat.

Port dan Protocol Network
Port-port umum

  • 20 & 21 TCP = File Transfer Protocol (FTP)
  • 23 TCP = Telnet (melakukan remote akses ke komputer dengan command prompt)
  • 22 TCP = Secure Shell (SSH) (sama dengan telnet namun lebih secure)
  • 25 TCP = Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • 53 TCP & UDP = Domain Name Server (DNS)
  • 67 & 68 UDP = Dynamic Host Control Protocol (DHCP)
  • 69 UDP = Trivial File Transfer Protocol (TFTP)
  • 80 TCP = Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
  • 110 TCP = Post Office Protocol (POP3)
  • 119 TCP = Network News Transport Protocol (NNTP)
  • 123 UDP = Network Time Protocol (NTP)
  • 143 TCP & UDP = Internet Message Access Protocol (IMAP)
  • 161 & 162 TCP & UDP = Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • 398 TCP & UDP = Lightweight Dircetory Access Protocol (LDAP)
  • 443 TCP & UDP = Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS)
  • 3389 TCP & UDP = Remote Desktop Connection (RDP)

Routing dan Switching
  • Network Address Translation (NAT)
    • Mengizinkan network untuk berbagi sebuah IP ke internet.
  • Post Address Translation (PAT)
    • Menyediakan mapping/pemetaan dari banyak perangkat internal melalui satu alamat IP internal.
  • Virtual LAN (VLAN)
    • Membuat pembedaan secara logical (sistem) pada perangkat fisik network. Jadi sebuah perangkat fisik network (switch) dapat dibuat menjadi beberapa kelompok LAN yang berbeda.
    • VLAN biasanya dibuat di switch.
  • Routing Tables
    • Tabel yang tersimpan di router.
    • Digunakan untuk melakukan route paket.
    • Berisi informasi jaringan internal dan lompatan selanjutnya (dalam artian, kemana paket dikirim jika ke luar).

Phew~
Cukup banyak juga ya materi jaringan ini. Tapi tenang saja, ini masih yang dasar. Kita tidak perlu belajar subnetting haha (mungkin). Pengetahuan di atas berguna bagi calon Cloud Administrator untuk mengetahui beberapa hal yang tercantum di atas. Meliputi pembangunan infrastruktur cloud, jaringan dan troubleshooting-nya.


Seperti biasa jika ada kesalahan maka mohon koreksi saya di kolom komentar di bawah. Maklum, saya bukan cloud admin dan hanya seseorang yang menghabiskan waktu dengan belajar (cailah). Daripada main game terus yekan (ketahuan suka main game (dulu)). Juga jika kalian ingin komentar, silahkan kirim komentar kalian di kolom komentar di bawah. Hmm, sepertinya materi kita selanjutnya akan lebih seru nih, langsung berhubungan dengan cloud. Oleh karena itu, keep-in-touch dengan blog saya ini yaa hehe. In syaa Allah saya akan tulis sampai materi terakhir. Sampai jumpaa~

Artikel Terkait

Newest Post