Hai kamu di sana,
Bagaimana kabarmu? Semoga baik saja
Apakah kau rindu? Ya, aku juga
Walau tak pernah bertemu, walau tak pernah berjumpa
Biarlah rasa ini tetap nyata
Halo dan selamat datang di blog ini!
Blog ini adalah tempat saya mencurahkan perasaan saya (et dah, maksudnya mencatat ilmu kali ya). Dimana apa yang sedang saya pelajari, saya akan berusaha untuk menulis (lebih tepatnya mengetik) membagikan yang sedang saya pelajari tersebut di blog ini. Hal tersebut saya lakukan agar bisa memenuhi 2 hal dari konsep menuntut ilmu yang baik yang belum bisa saya penuhi dengan sempurna. Lalu, apakah konsep tersebut?
1. Konsep yang pertama dari menuntut ilmu yang baik adalah, ya, menuntut ilmu. Tentu itu adalah hal yang pertama dan paling utama dalam menuntut ilmu. Bisa dengan berbagai cara. Seperti mendengar perkataan orang yang lebih berilmu, membaca tulisannya, melihat mencoba secara langsung dan yang lain sebagainya. Perlu diperhatikan, bagaimana proses anda menimba ilmu itu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan ilmu di dalam diri anda. Oleh karena itu, kita harus memilih metode yang tepat dalam menuntut ilmu. Agar apa yang kita pelajari itu melekat di dalam diri kita dan terus bertahan walau diterpa ombak kebosanan dan kemalasan.
2. Orang yang berilmu namun tak menggunakan ilmunya, seperti orang yang menaruh puluhan bak berisi air di sebuah lapangan luas dengan terik matahari yang panas. Apa yang terjadi? Lambat laun air itu akan menguap dan terus menguap hingga tak menyisakan setetes air pun di bak-bak tersebut. Percuma. Itulah kata yang tepat menggambarkannya. Oleh karena itu kita harus senantiasa mengamalkan ilmu yang kita punya. Dengan cara apapun yang kita bisa. Namun perlu diingat bahwa tak semua ilmu bisa digunakan dengan cara yang sama yaitu praktik. Ada beberapa bidang ilmu yang bersifat teori, jadi tak bisa untuk menggunakannya dengan praktik. Namun bisa digunakan dengan cara yang lain. Misalnya, dengan menyebarkannya (yang juga masuk ke poin ke tiga), menuliskannya (termasuk untuk menguatkan poin pertama dan bisa juga masuk poin ke tiga jika tulisannya turut disebarkan), dan lain sebagainya.
3. Berilmu tapi tak berbagi, laksana bulan yang gerhana. Ia mungkin bersinar, tapi tak menyinari melainkan dirinya sendiri. Apa yang mau dibanggakan? Apa yang mau disombongkan? Tak ada alasan bagi kita untuk menyembunyikan ilmu yang kita punya. Berbagilah, karena dengan berbagi maka kita pun turut menimba ilmu lebih dalam lagi. Apa maksudnya? Coba bayangkan, jika ada seseorang yang ingin mengajar tentang suatu bidang yang ia kuasai, maka sebelum ia mengajar, ia akan melihat lagi tentang bagaimana tingkat ilmunya tersebut. Karena ia akan membagikan ilmunya, sehingga ia perlu melakukan pengecekan terhadap ilmunya, agar apa yang ia bagi benar-benar bermanfaat dan tentunya tidak salah. Artinya seseorang akan berusaha menimba ilmu lebih dalam lagi ketika ia akan menyebarkan ilmu tersebut.
Itulah ke tiga poin dari konsep menuntut ilmu yang 2 diantaranya (yaitu menggunakan dan menyebarkannya) belum bisa saya penuhi. Anda boleh berbeda pendapat dengan saya, it's okay. Tapi sepertinya, kita tidak berselisih dalam pentingnya menggunakan dan berbagi ilmu, benar kan?
Dengan saya belajar, kemudian saya membuat catatan mengenai hal-hal yang penting tentang apa yang saya pelajari, lalu saya membuat postingan di blog ini, dan saya membuat sebuah video yang membahas tentang apa yang saya pelajari, maka tentu ilmu yang saya pelajari itu akan lebih menyerap ke dalam diri saya dan akan lebih tahan lama, dibanding seseorang yang hanya belajar kemudian tak melakukan apa-apa.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, dan janganlah merasa rugi ketika kita ingin menyebarkan ilmu yang kita punya. Karena, setangkai bunga tak kan layu sebelum menyebarkan serbuknya. Maka, jadilah bunga yang indah yang menarik serangga untuk menyebarkan serbukmu, untuk sebuah regenerasi yang tak kan sirna ditelan masa.
Ditulis oleh Pratama Agung Sumirat.
Jakarta, Januari 2017.